Benih Perkebunan

Ini Trend Varietas Kopi Arabika dan Kakao

https://www.foodnavigator.com/var/wrbm_gb_food_pharma/storage/images/_aliases/wrbm_large/publications/food-beverage-nutrition/foodnavigator.com/news/business/low-cocoa-prices-pose-serious-consequences-for-long-term-supply-of-chocolate-warns-fairtrade/12631754-1-eng-GB/Low-cocoa-prices-pose-serious-consequences-for-long-term-supply-of-chocolate-warns-Fairtrade.jpg

Ternyata tidak semua varietas yang dilepas oleh pemerintah kemudian oleh petani dimanfaatkan secara luas. Tentu ada berbagai kondisi yang membuat jenis tertentu menjadi popular. Mau tahu apa saja varietas yang popular pada kopi arabika dan kakao?

Untuk kopi arabika, pada awalnya Lini S 795 cukup popular karena dianggap relatif tahan terhadap karat daun dan cita rasanya cukup baik. Namun dalam perkembangannya dengan munculnya varietas Sigarautang, Andungsari dan Komasti dengan produksi yang lebih baik. Varietas S 795 mulai digantikan melalui kegiatan peremajaan dan peluasan. Hanya saja, luasnya penggunaan Sigarautang terutama di daerah Sumatera dan Jawa Barat, membuat varietas ini mencapai puncak popularitas. Hal ini diperkuat petani pengguna jenis ini sukses memenangkan kontes cita rasa.

Sementara untuk varietas seperti Gayo umum digunakan di wilayah Aceh khususnya Gayo. Andungsari dan Komasti dominan di Jawa Timur dan sebagian Sumatera serta Sulawesi. Untuk wilayah Sulawesi Selatan masih fanatic dengan varietas Lini S 795.

Sementara untuk kakao, dominasi hibrida kemudian digeser oleh klonal khususnya setelah terjadi endemic VSD yakni Sulawesi 1 dan Sulawesi 2.  Jenis ini digunakan secara luas pasca Program Gernas yang dimulai sejak tahun 2008. Hanya saja kemudian berkembangan klon MCC 01 dan MCC 02 yang memiliki biji kakao yang cukup menarik, sehingga popularitasnya mulai meningkat. Klon ini mulai bergeser dari lokasi awalnya di Sulawesi Selatan dan Barat mulai menyebar hingga ke Aceh, Lampung dan Bali.

Tentu yang menjadi pertanyaan, mengapa varietas ini mencapai popularitas di kalangan petani. Pertama, karena mudahnya diakses oleh petani, kedua produksi dan mutu hasilnya yang cukup menarik, serta memiliki keunggulan yang lebih baik dari varietas yang ditanam sebelumnya.