Benih Perkebunan

Inden Kecambah Sawit Sampai 6 Bulan, Ini Cara Menyikapinya

 

https://2.bp.blogspot.com/-_YiRxjegMxY/WEfXs32PCpI/AAAAAAAAEvE/jfYexf3htLYjuEwUGyilRF5Zfw_WbCS7wCLcB/s640/Biji%2BUnggul%2BKelapa%2BSawit.png

Dengan tingginya kebutuhan kecambah sawit dampak harga TBS yang melonjak hingga di atas Rp. 2.500/kg, membuat waktu inden pemesanan benih mencapai 6 bulan di sejumlah produsen benih. Lalu bagaimana cara kita menyikapi kondisi yang akan berkepanjang hingga tahun 2023 mendatang.

Dalam kondisi demikian banyak petani memilih jalur pintas dengan memesan dari toko online atau sumber-sumber benih yang tidak legal. Agar terhindar dari resiko pembelian kecambah palsu maka perlu melakukan hal-hal sedemikian.

Pertama, rencanakan penyediaan benih Anda. Jangan memesan kecambah saat lahan sudah selesai. Namun buatkan perencanaan mulai saat melakukan land clearing, penyiapan polibeg sampai dengan  waktu perkiraan kecambah tiba ( 6 – 8 bulan setelah pemesanan). Bisa jadi Anda sudah melakukan pemesanan saat mulai melakukan pembukaan lahan.

Kedua, jangan terfokus pada satu produsen benih. Biasanya waktu inden sumber benih berbeda-beda. Mulai dari 3 bulan sampai dengan 8 bulan. Ini saatnya Anda mulai mendapatkan informasi terkait berbagai varietas dan profil produsen benih  lainnya.

Ketiga, kalau mendesak untuk melakukan penanaman maka Anda bisa membeli langsung bibit siap salur meskipun saat ini ketersediaannya juga terbatas.

Penyediaan benih sawit sangat membutuhkan perecanaan yang matang. Namun masih lebih baik menunggu daripada terburu-buru membeli, lalu menyesal 25 tahun.