Benih Perkebunan

Menerapkan (Lagi) Teknologi Biofob Pada Vanili dan Lada

http://2.bp.blogspot.com/-tXsKdNmzxTU/ToAnlISz63I/AAAAAAAABF4/ScLj2P4wuYo/s400/biofob.jpg

Pada tahun 2004, pemerintah merekomendasikan teknologi Bio Fob pada pengembangan tanaman lada dan panili. Mengapa? Mengingat bio fob menjadi salah satu platform pengendalian penyakit busuk pangkal batang, momok pada kedua komoditas tersebut.

Terutama pada vanili, teknologi ini benar-benar andalan pemerintah mendukung program pengembangan pada masa itu. Didalam bukunya yang berjudul Bertani Organik dengan Teknologi Biofob (Andi Publisher, 2011) Prof Mesak Tombe, penemu teknologi, ini menyebutkan 8 alasan menggunakan bibit vanili bio-fob, yakni:

1) Dengan menggunakan bibit yg diinduksi Fo.NP, tanaman menjadi bebas dan relatif toleran terhadap busuk batang. Merupakan penyakit dominan pada tanaman vanili dan cukup merugikan.

2) Teknik produksi bibit Bio-FOB dapat dilaksanakan langsung di daerah pengembangan, sehingga dapat menghemat biaya pengangkutan.

3) Selama pemeliharaan menggunakan 3 macam mikroba yg berfungsi untuk meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan tanaman.

4) Budidaya panili Bio-FOB tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimiawi. Sehingga sangat cocok untuk Anda ingin mengembangkan pertanian organik.

5) Sarana produksi yg digunakan 100% asli Indonesia. Wow, ternyata ini adalah hasil anak bangsa, kalau ada produk dalam negeri mengapa beli produk asing.

6) Menghasil polong panili organik yang nilai jualnya akan lebih tinggi dibanding panili biasa.

7) Kadar vanillin 2,25 – 2,57%

8) Ada indikasi Bio-FOB dapat berproduksi 2 tahun setelah tanam, berarti lebih cepat 1 tahun dibanding panili biasa.

Alasan yang sama juga berlu pada tanaman lada.

Pada prinsipnya bibit Bio-FOB diproduksi dengan menggunakan Fusarium oxysporum non patogenik (Fo.NP). Mikroba ini berfungsi untuk menginduksi sistem ketahanan tanaman serta merangsang perakaran yang diduga menghasilkan hormon pertumbuhan pada perakaran. Fo.NP dapat menginduksi sistem ketahanan tanaman dengan meningkatnya aktivitas beberapa enzim tertentu dalam sistem metabolisme tanaman yaitu: β-1,4 glucosidae, β-1,3-glucanase dan chitinase. Untuk memproduk bibit dalam skala besar telah ada 3 macam formula Fo.NP yaitu; Bio-FOB EC (cair), Bio-FOB WP (Powder), dan Organik-FOB.

Lalu mengapa teknologi saat ini nyaris tak terdengar? Salah satunya akibat penurunan minat masyarakat mengembangkan vanili dan lada . Saat harga kedua komoditas tersebut terjun payung. Pengembangan vanili boleh dikatakan stagnan 10 tahun belakangan ini.

Hanya saja saat ini gairah masyarakat mengembangkan vanili dan lada tumbuh kembali. Namun teknologi terlanjur ditinggalkan. Padahal Prof Mesak Tombe telah melakukan penyempurnaan pada teknologi ini.

Jadi tidak adalah salahnya teknologi ini diterapkan kembali. Dahulu ini sukses menciptakan perkebunan vanili dan lada dengan serangan busuk pangkal batang yang rendah.  Teknologi yang lebih advance maka hasil yang sama bisa diraih. Dan jangan sampai Anda masih menerapkan cara bertanam konvensional.