Benih Perkebunan

Calon Kebun Induk Kelapa Pertama di Indonesia

 

Jika selama ini penyediaan benih kelapa bergabung pada blok penghasil tinggi dengan populasi tanaman kelapa yang beraneka ragam, maka tidak lama lagi Indonesia akan memiliki kebun induk. Kabar baik tersebut bersumber dari Nabire, Papua.

Pemerintah daerah Kabupaten Nabire membangun kebun induk kelapa sejak tahun 2012, menggunakan bibit jenis Kelapa Dalam Mapanget (DMT) yang berasal dari Balit Palma. Penanaman bahan tanam unggul tersebut dilakukan pada lahan seluas 20 ha di kebun Worbak, Nabire, Papua dengan pola tanam 6m x 16 m.

Menariknya, tanaman induk kelapa ini sudah berbuah di umur 4.5 tahun. Saat ini kebun dengan populasi 1.050 pokok milik Dinas yang menangani Perkebunan Kabupaten Nabire tersebut dalam proses pengajuan menjadi kebun sumber benih. Sekaligus menjadi kebun induk kelapa pertama di Indonesia di luar Balai Penelitian Tanaman Palma.

Dengan asumsi potensi produksi 100 ribu dengan harga penjualan bibit mencapai Rp. 20.000 per batang maka pendapatan yang bisa diperoleh Dinas sebagai pemilik KI mencapai Rp. 2 Milyar. Hal ini sekaligus mengambarkan manfaat ketika daerah serius mengembangkan  sumber benih tanaman perkebunan. Tidak seperti saat ini, banyak daerah membangun kebun asal-asalan dan gagal menjadi kebun sumber benih.