Benih Perkebunan

Kelapa Eksotik, Kelapa Unik Dari Indonesia

Serupa tapi tak sama. Ya, jika dipandang sekilas mata, semua tanaman kelapa yang tumbuh dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia memang terlihat sama satu dengan yang lainnya.    

Beberapa jenis tanaman kelapa bahkan digolongkan sebagai kelapa eksotik lantaran keunikan karakternya, mulai dari buah hingga kesegaran rasa air kelapa tersebut. Inilah yang menjadikan kelapa-kelapa itu memiliki nilai jual tinggi dan potensial untuk terus dikembangkan

Melalui perhelatan bertajuk Pameran Kelapa Eksotik Indonesia yang diadakan secara virtual, Sabtu (18/9/2021), Gamal Institute turut memperkenalkan berbagai jenis kelapa eksotik tersebut kepada berbagai kalangan, khususnya insan perkelapaan di seluruh Nusantara.         

Kelapa genjah kopyor yang telah banyak dibudidayakan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi salah satu jenis kelapa eksotik yang dipresentasikan dalam event tersebut. Keunikan karakter kelapa genjah kopyor ini dari daging buahnya yang mengalami pelunakan dan kerontokan di dalam tempurung. Rasa airnya pun khas, berbeda dengan jenis kelapa biasa. Jenis kelapa ini juga relatif cepat berbuah.   

Berikutnya adalah kelapa pandan wangi yang memiliki karakter spesifik pada buahnya. Keeksotisan sekaligus keunggulan kelapa pandan wangi adalah dari rasa dan aroma buah yang khas layaknya aroma daun pandan. Airnya pun terasa manis alami dan kuat, sehingga tidak perlu lagi menambahkan gula saat ingin menikmati kesegarannya. Jenis kelapa ini telah banyak dibudidayakan di Sumatra Utara (Sumut).       

Jenis kelapa eksotik lainnya yakni kelapa genjah kuning Bali, kelapa genjah entok, dan kelapa genjah kuning Nias. Permintaan pasar terhadap masing-masing jenis kelapa eksotis tersebut terbilang sangat tinggi.       

Kepala Balai Penelitian Tanaman (Balit) Palma, Steivie Karouw, mengapresiasi diselenggarakannya pameran tersebut. Pihaknya berharap melalui event itu bisa memberikan informasi yang baik tentang perkelapaan Indonesia kepada masyarakat.      

“Ke depannya tentu diharapkan dapat meningkatkan kerja sama, kolaborasi yang semakin mantap di antara insan perkelapaan dalam mengembangkan kelapa agar semakin maju serta meningkatkan nilai tambahnya,” ujar Steivie. (SR)