Benih Perkebunan

Rifqi Kusuma, Membibitkan Pinang di Daerah Sawit

 

Provinsi Riau merupakan daerah sentra kelapa sawit. Namun penangkar satu ini memilih untuk pembibitan pinang sebagai pilihan usahanya.

Rifqi Kusuma memulai usaha pembibitan pinang sejak tahun 2020. Pertimbangannya adalah tanaman jenis palma itu memiliki peluang usaha yang sangat baik dan pasar ekspornya cukup besar.

Di sisi lain pasca penurunan harga TBS di awal masa pandemik, membuat petani sawit mencari komoditas alternatif, salah satunya adalah pinang terutama jenis Batara yang berasal dari Jambi yang konon sudah panen umur 4 tahun dengan potensi hasil 7 ton kernel/ha/tahun atau rata-rata 5 kg per pohon/tahun.

Kondisi demikian menciptakan pasar untuk bibit pinang. Sehingga dari penangkarannya yang berlokasi di daerah Wonosari, Kelurahan Tangkerang, Kota Pekabari, bahan tanam terbaik sudah menyebar ke sejumlah Kabupaten di Riau seperti Kampar, Siak, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Dumai. Bahkan juga sudah menjangkau Sumatera Barat.

"Saat ini tersedia stok 20 ribu batang bibit Pinang Batara bersertifikat dan siap didistribusikan," ujar Rifqi Kusuma (2/7).

Untuk memastikan mutu bibit yang disalurkan adalah bibit terbaik maka bahan tanam yang ia pasarkan memiliki batang yang jagur. Hal tersebut didukung dengan perawatan bibit yang baik dan saat disalurkan wajib disertifikasi oleh Balai Perbenihan.

Terkait pemasaran, Rifqi mengaku fokus pada pasar bebas. Ia memanfaatkan platform online seperti media sosial untuk mempromosikan bibitnya.