Benih Perkebunan

Gamal Institute Adakan Outlook Benih Kelapa Sawit 2021

 

Gamal Institute mengadakan diskusi Outlook Benih Sawit 2021 dengan tema: “Saat benih tinggal landas”.

Dalam diskusi daring yang diadakan pada Jumat (5/3/2021) ini, Gamal Institute menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan pemangku kepentingan yakni, Ketua Forum Kerja Sama Produsen benih Kelapa Sawit (FKPB-KS) Indonesia Dwi Asmoro, Ketua Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI) Badaruddin Puang, General Manager Satuan Strategis Bahan Tanaman Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan Suroso Rahutomo, dan Pembina Gamal Institue Gamal Nasir sebagai Keynote Speaker.

“Saya melihat prospek benih kita ke depan sangat bagus. Dengan 16,3 juta hektare (ha) [lahan] sawit kita di seluruh Indonesia, kebutuhan benih sangat luar biasa,” kata Gamal saat membuka diskusi.

Kebutuhan benih sawit ini pun didorong oleh program peremajaan sawit pemerintah dengan target meremajakan 180.000 ha kebun sawit rakyat per tahun. Adanya kebutuhan yang besar ini membuat para pelaku usaha perbenihan atau penangkar bisa kuat bertahan menghadapi masa sulit di kala pandemi yang disebabkan virus Covid-19.

Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa industri perkebunan kelapa sawit Indonesia bisa menjadi salah satu penyokong keberlangsungan ekonomi pada masa-masa sulit.

Oleh karena itu, Gamal berharap, diskusi ini tidak sekedar membahas terkait prospek perbenihan kelapa sawit sepanjang 2021, melainkan bagaimana para pemain di industri kelapa sawit, khususnya di penangkaran, bisa bersama-sama merumuskan strategi agar daya saing Indonesia bisa terus meningkat dan tetap menjadi pemain global yang kuat. Dengan demikian, industri ini bisa terus memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi Indonesia.

“Juga, bagaimana menyusun strategi agar benih bisa menjadi dasar pengembangan kebun kelapa sawit yang berkelanjutan secara nasional,” tambahnya.

Untuk diketahui, saat ini Indonesia memiliki 19 produsen benih sawit dengan potensi produksi mencapai 250 juta kecambah per tahun.