Benih Perkebunan

Eka 1 dan Eka 2, Klon Kelapa Sawit Pertama dengan CPO Mengejutkan

Jika selama ini benih kelapa sawit identik dengan kata varietas. Sepertinya persepsi itu harus kita ubah. Pasalnya PT SMART Tbk telah melepas 2 klon kelapa sawit unggul sekaligus klon kelapa sawit pertama yang dilepas di Republik Indonesia.

Kedua klon tersebut adalah Eka 1 dan Eka 2 yang digadang menghasilkan tanaman dengan potensi CPO  yang tinggi. Adapun klon-klon unggul ini diseleksi dari  performan tanaman varietas Dami. Lalu dari tanaman tersebut diuji apakah memiliki gen yang bertanggung jawab terhadap produksi minyak.

Dari hasil penelitian di laboratorium dan pengujian di lapangan maka dihasilkan 2 klon istimewa ini. Klon Eka 1 memiliki kelebihan antara lain umur mulai dipanen 24 bulan. Rendeman minyak 32,56 persen dengan potensi CPO pada umur di atas 9 tahun mencapai 10,8 ton/ha/tahun.

Sementara Eka 2 lebih fenomenal lagi. Buah dapat dipanen pada umur 24 bulan, rendemen minyak 35,97 persen dengan potensi CPO 13 ton/ha/tahun.

Untuk ketersediaan benih, kedua klon ini dihasilkan melalui kultur jaringan. Adapun potensi ketersedian benih Eka 1 dan Eka 2 dalam bentuk ramet mencapai 32 juta ha.

Menurut Tony Liwang, Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk, pelepasan klon kelapa sawit perdana ini menjadi sebuah terobosan dalam pemuliaan kelapa sawit. Sehingga ke depan kita dapat mempercepat proses menghasilkan bahan tanaman sawit yang lebih unggul, dengan melakukan seleksi morfologi dikombinasikan evaluasi gen-gen yang bertanggung jawab terhadap karakter yang diharapkan.

“Pengunaan klon pada kelapa sawit setidaknya dapat memberikan kepastian kepada pekebun terkait keseragaman tananam, bebas dura kontaminasi, serta karakter unggul pada tanaman induk dipastikan akan diwariskan pada turunan yang ditanam di kebun”, jelas Tony.

Situasi saat ini semakin mendekatkan pada mimpinya bahwa ke depan produsen benih tidak semata-mata penghasil varietas baru. Namun penyedia jasa perbanyak tanaman unggul. Dimana pekebun dapat meminta agar tanaman dengan karakter unik di kebunnya diperbanyak secara in vitro.