Benih Perkebunan

D x P Sriwijaya 6: Varietas Unggul Tahan Kekeringan

Varietas DxP Sriwijaya 6 (DxPSJ-6) mungkin bisa dijadikan pilihan. Selain memiliki produksi yang cukup tinggi jenis sawit ini mempunyai keunggulan dibanding dengan varietas lainnya dalam hal kandungan inti per tandan dan tahan terhadap penyakit Crown disease, Fusarium dan kekeringan.

D x P Sriwijaya merupakan varietas miliki PT. Bina Sawit Makmur yang berlokasi di Sumatera Selatan. Sawit ini memiliki rerata produktivitas hingga Rerata produktivitas TBS (ton/ha) 24,6 ton/ha/tahun. Dengan rendemen minyak 26,2 persen. Dengan produktivitas minyak mencapai 7,5 ton/ha. Serta kandungan inti per tandan adalah sebesar 6,4.

Namun menariknya indikator tersebut adalah hasil pertanaman di lahan kelas 3. Tentu bisa dibayangkan hasil yang diperoleh jika ditanam di tanah kelas 1.

Hebatnya, varietas ini sudah mulai berbuah umur 18 bulan dan mulai dipanen pada umur 26 bulan. Sehingga tidak perlu menunggu lama untuk bisa menikmati hasil dari varietas ini.

Varietas ini memiliki ketahanan terhadap penyakit Crown disease, dan Fusarium wit merupakan momok pada pertanaman kelapa sawit. Disamping itu tanaman ini cukup toleran terhadap kekeringan.

Induk dari D x P Sriwijaya berasal dari ASD Costarica. Sehingga memiliki kemiripan sifat dengan benih yang berasal dari negara di Amerika Selata itu. Jika saat ini banyak iklan tentang benih unggul Costarica yang sering kali tidak jelas asal usulnya. Maka konsumen bisa mendapatkan yang lebih jelas yakni D x P Sriwijaya 6 yang materi induknya juga berasal dari Costarica.

Varietas ini diajurkan ditanam dengan kerapatan 135 pohon per ha. Cocok ditanam di tanah kelas 1 hingga kelas 3. Benih ini bisa diperoleh di PT. Bina Sawit Makmur dengan tata cara pemesanan yang berlaku.