Benih Perkebunan

Mengapa Varietas Unggul Tidak Unggul di lapangan ?

 

https://mitalom.com/wp-content/uploads/2017/03/Gambar-Kelapa-Sawit-Varietas-Unggul-Turunan-Yangambi.jpg

Tidak jarang petani mengeluhkan tentang hasil dari benih bersertifikat yang ditanam tidak sesuai harapan. Perkebunan kelapa sawit yang menggunakan varietas unggul asal sumber benih, yang harusnya mampu menghasilkan 30 Ton/ha/tahun hanya memberikan produksi 15 Ton/ha/tahun. Lalu apa yang salah?

Kondisi demikian tidak jarang terkait dengan pola pemeliharaan yang tidak sesuai kaidah teknis. Varietas unggul kakao bisa menghasilkan produksi hingga 2 ton/ha/tahun. Dengan catatan pemupukan haus sesuai kebutuhan tanaman, pemangkasan harus dilakukan, serta organik tanah tidak boleh kurang dari 2 persen.

Begitu juga dengan kelapa sawit yang harus berproduksi oktimal akhirnya melorot karena petani tidak melakukan pemupukan dan pemeliharaan piringan. Tidak jarang juga populasi tanaman yang melebih ajuran.

Jadi potensi varietas unggul sebagaimana diklaim oleh produsen benih dapat dicapai jika berbagai syarat dipenuhi seperti pemupukan dan perawatan. Belum lagi tidak efektifnya penanganan hama dan penyakit berpotensi mengurang produksi. Sehingga mau tidak mau agar petani bisa mendapatkan produksi maksimal maka perawatan harus berlangsung secara baik.

Lalu bagaimana jika petani menggunakan benih yang tidak unggul? Dengan perawatan maksimal belum tanaman akan memberikan hasil relatif tinggi.