Benih Perkebunan

Kelapa Hibrida Hengniu: Produksi Tinggi, Genjah dan Menyehatkan

Keunggulan kelapa seperti produksi minyak tinggi umumnya identik dengan kelapa dalam. Sementara cepat berbuah dan lambat meninggi identik dengan kelapa genjah. Namun apakah dimungkinkan kelebihan tersebut berada dalam satu jenis kelapa.

Kabar baiknya, Balai Penelitian Tanaman Palma, Manado, telah menemukan kelapa hibrida  dengan hasil buah tinggi dan pertambahan tinggi yang relatif lebih lambat daripada kelapa dalam. Kelapa ini dihasilkan dari hasil persilangan Genjah Kuning Bali (GKB) asal pulau Bali, Provinsi Bali sebagai tetua betina dan Kelapa Dalam Mapanget selfing generasi 4 (DMT-S4) asal Desa Mapanget, Kecamatan Mapanget, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

Gambar. Kelapa Hibrida Hengniu sudah mulai berbuah umur < 3 tahun

Kelapa hibrida Hengniu mulai berbuah pada umur < 3 tahun. Kelapa hibrida Hengniu memiliki potensi jumlah buah/pohon 118 butir, dengan potensi buah per ha 20.000 butir. Pada umur 5 tahun telah menghasilkan kopra 2,26 ton/ha, dan nyata lebih tinggi dari jenis hibrida lainnya yang telah menjadi benih bina yakni  KHINA-1 sebanyak 1,45 ton/ha. Lalu pada pada umur 6 tahun menghasilkan kopra 3,86 ton/ha, sedangkan KHINA-1 sebanyak 2,4 ton/ha.

Sedangkan dari kandungan minyak Kelapa hibrida ini memiliki kadar lemak 61,56%, asam lemak jenuh rantai sedang (MCT) 58,58%, dengan kadar asam laurat (C12) 45,53% yang baik untuk kesehatan. Sehingga juga dapat diolah untuk menghasilkan VCO. Dari 10 butir kelapa hibrida Hengniu dengan proses DME (Direct Micro Expeller) diperoleh VCO (Virgin Coconut Oil) sekitar 940 ml, sementara KHINA-1 hanya diperoleh 828 ml.

Saat ini di Balit Palma terdapat kebun induk kelapa Genjah Kuning Bali (GKB) sebagai tetua betina pada saat ini tersedia sebanyak 700 pohon yang telah berumur 13 tahun. di KP. Mapanget, Sulawesi Utara. Sedangkan tetua jantan kelapa Dalam Mapanget S4 (DMT-S4) tersedia sebanyak 150 pohon di KP. Kima Atas, Sulawesi Utara, yang ditanam pada tahun 1996 atau telah berumur 23 tahun. Setiap pohon berpotensi menghasilkan polen sebanyak 250 gr per tahun. Untuk melakukan polinasi buatan terhadap kelapa GKB sebanyak 700 pohon, maka dibutuhkan polen kelapa DMT-S4 sebanyak 500 gr/bulan, atau sekitar 6 kg polen/tahun. Jika dilakukan hibridisasi buatan untuk memproduksi benih kelapa hibrida GKB xDMT-S4, maka potensi hasil benih dari jumlah tetua betina GKB sebanyak 700 pohon, dapat menghasilkan benih kelapa hibrida sebanyak 70.000 butir.

Dengan adanya hibrida kelapa ini menunjukkan aktivitas pemuliaan kelapa sudah lebih berkembang dari sekedar eksplorasi kepada hibridaisasi. Diharapkan kehadiran varietas ini dapat mendukung upaya pemerintah meningkatkan produktivitas kelapa rakyat.