Benih Perkebunan

Pasar Benih Indonesia

Pasar Benih Indonesia

Menyediakan informasi soal benih

Informasi benih komoditas

Informasi benih komoditas

Terkait sawit, kakao, karet, kopi, rempah dsb

Penjualan Benih

Penjualan Benih

Kami memberikan informasi produsen benih terpercaya

Kegiatan lainnya

Kegiatan lainnya

Pelatihan, seminar dan konsultasi perbenihan

Previous Next
Pasar Benih Indonesia Pasar Benih Indonesia
Informasi benih komoditas Informasi benih komoditas
Penjualan Benih Penjualan Benih
Kegiatan lainnya Kegiatan lainnya

Ini Dampaknya Jika Sembarangan Pilih Benih Sawit

Petani kelapa sawit yang mentargetkan produktivitas tinggi dan kualitas hasil yang baik atas tanaman yang dibudidayakannya, tentunya harus mengawali langkahnya dengan cermat dalam memilih benih atau bibitnya. Dalam hal ini, bahan tanam unggul dan bersertifikatlah yang wajib menjadi pilihannya.

Mengacu pada Pedoman Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) yang Baik yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 131 Tahun 2013, benih kelapa sawit yang baik yaitu benih yang memiliki kekuatan dan penampilan tumbuh yang optimal serta berkemampuan dalam menghadapi kondisi cekaman (lingkungan) pada saat pelaksanaan penanaman (transplanting). Yang pasti, harus benih asli yang didapatkan dari produsen resmi, bukan yang palsu atau ilegal.

Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini di lapangan masih banyak petani yang memilih benih kelapa sawit tidak unggul dengan berbagai alasan. Misalnya petani merasa kesulitan mendapatkan benih tersebut, atau anggapan bahwa semua benih sama, dan sebagainya. Padahal jika petani salah dalam memilih benih kelapa sawit ini, tentu saja hasil produksinya akan sangat jauh dari harapan.

Berdasarkan Permentan tersebut, berikut ini berbagai dampak yang sebaiknya diketahui para petani kelapa sawit, terutama jika Anda adalah pemula, ketika asal-asalan memilih benih sawit alias menggunakan bahan tanaman tidak unggul:

a.       Produktivitas rendah, tingkat produksi tandan buah segar (TBS) maksimum hanya 50% dan rendemen minyak sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil) maksimum 18%.

b.      Kebun tidak dapat menopang kehidupan petani sehingga tidak dapat mengembalikan kredit.

c.       Pabrik kelapa sawit (PKS) berpotensi bekerja di bawah kapasitas sehingga biaya olah tinggi.

d.      Merusak mesin pengolahan (Light Tenera Duct Separation dan Nut Cracker). Rendemen CPO dan inti rendah.

e.      Mengambil pangsa pasar dan merusak citra produsen benih.

f.        Penurunan tingkat produksi CPO secara nasional, sumber daya alam, sumber daya manusia (SDM), dan modal tidak termanfaatkan secara optimal.

 

Nah, maka jika Anda hendak memesan benih sawit, pastikan terlebih dulu bahwa benih tersebut adalah benih unggul, bersertifikat, dan asli. (SR)

Benih Unggul

Varietas Unggul Tebu

Varietas bina adalah varietas yang secara resmi telah disahkan oleh pemerintah, dalam hal ini Menteri [ ... ]

Read more...
Varietas Sawit Unggul PT SAIN

Bagi Indonesia minyak kepala sawit merupakan komoditas penting. Komoditi ini mampu menghasilkan [ ... ]

Read more...
Sawit Unggul DxP PPKS 718

DxP PPKS 718 adalah salah satu varietas unggul milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Salah [ ... ]

Read more...

933890
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
714
3016
10662
912366
38624
35108
933890

Your IP: 75.101.211.110
2022-01-28 09:19