Benih Perkebunan

Pasar Benih Indonesia

Pasar Benih Indonesia

Menyediakan informasi soal benih

Informasi benih komoditas

Informasi benih komoditas

Terkait sawit, kakao, karet, kopi, rempah dsb

Penjualan Benih

Penjualan Benih

Kami memberikan informasi produsen benih terpercaya

Kegiatan lainnya

Kegiatan lainnya

Pelatihan, seminar dan konsultasi perbenihan

Previous Next
Pasar Benih Indonesia Pasar Benih Indonesia
Informasi benih komoditas Informasi benih komoditas
Penjualan Benih Penjualan Benih
Kegiatan lainnya Kegiatan lainnya

Bibit Kelapa Kopyor Produk Kultur Jaringan Hasilkan 100% Buah Kopyor

Tertarik menanam kelapa kopyor yang bisa menghasilkan lebih banyak buah kopyornya? Kuncinya ada pada pemilihan benih atau bibitnya. Pilih saja jenis bibit kelapa kopyor yang berasal dari kultur jaringan.

Ya, bibit kelapa kopyor dari kultur jaringan memang memiliki kelebihan dari sisi produktivitasnya yang lebih tinggi bila dibandingkan bibit kelapa kopyor konvensional. Potensi tanaman kopyor dari bibit konvensional, berkisar 20-25%. Sedangkan bibit dari kultur jaringan memiliki potensi yang mencapai 100%.

Hal itu mengemuka dalam webinar dengan topik  Melirik Hebatnya Kultur Jaringan Kelapa Kopyor yang diadakan Gamal Institute, Senin (11/10/2021). Kegiatan itu menghadirkan narasumber Dr. Ir. Priyono, DIRS yang menjabat sebagai Kepala PusaPenelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) di PT. RPN.

Mengapa produksi buah kopyor dari bibit kelapa kopyor konvensional lebih sedikit dibanding bibit kultur jaringan? Melalui webinar itu, Priyono menjabarkan, buah kelapa kopyor tidak bisa dideder sebagai sumber bibit.

“Endosperm atau daging buah sangat remah dan akan lepas dari tempurung pada tingkat kematangan buah tertua. Sehingga embrio tidak mampu berkecambah karena tidak ada pasokan nutrisi dari daging buah,” terangnya.

Bibit kelapa kopyor konvensional (kitri/dederan) berasal dari buah yang bukan kopyor yang dapat dipanen dari tandan yang terdapat buah kopyor secara alami. Akibatnya, bibit yang dihasilkan secara genetik bukan bersifat homogen sehingga tidak semua tanaman menghasilkan kelapa kopyor.

“Secara genetik kelapa kopyor tergolong tanaman homozigot resesif, artinya embrionya sangat lemah,” tandasnya.

Terkait kultur jaringan (embrio rescue) kelapa kopyor, embrio kelapa kopyor dikulturkan pada media kultur yang kaya nutrisi sehingga embrio dapat tumbuh seperti kelapa normal dan tumbuh normal di lapang. Ruang kultur diatur sedemikian rupa hingga sesuai keperluan perkecambahan embrio dan pertumbuhan tunas (kecambah). Akumulasi kecambah (plantlet) dilakukan untuk adaptasi di lapang.  

“Hasilnya, jika dalam satu tandan, buah kelapa kopyor yang dihasilkan dari bibit kelapa kopyor asal dederan (konvensional) hanya sekitar 1-4 buah. Namun dari bibit kelapa kopyor yang berasal dari jaringan, buah kelapa yang dihasilkan bisa kopyor semua,” tukasnya. (SR)

 

 

Benih Unggul

Varietas Unggul Tebu

Varietas bina adalah varietas yang secara resmi telah disahkan oleh pemerintah, dalam hal ini Menteri [ ... ]

Read more...
Varietas Sawit Unggul PT SAIN

Bagi Indonesia minyak kepala sawit merupakan komoditas penting. Komoditi ini mampu menghasilkan [ ... ]

Read more...
Sawit Unggul DxP PPKS 718

DxP PPKS 718 adalah salah satu varietas unggul milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Salah [ ... ]

Read more...

809284
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1268
1120
2388
797701
20466
39376
809284

Your IP: 3.238.204.31
2021-10-18 23:39