Benih Perkebunan

Pasar Benih Indonesia

Pasar Benih Indonesia

Menyediakan informasi soal benih

Informasi benih komoditas

Informasi benih komoditas

Terkait sawit, kakao, karet, kopi, rempah dsb

Penjualan Benih

Penjualan Benih

Kami memberikan informasi produsen benih terpercaya

Kegiatan lainnya

Kegiatan lainnya

Pelatihan, seminar dan konsultasi perbenihan

Previous Next
Pasar Benih Indonesia Pasar Benih Indonesia
Informasi benih komoditas Informasi benih komoditas
Penjualan Benih Penjualan Benih
Kegiatan lainnya Kegiatan lainnya

Paradigma Baru Perbenihan: Produksi Hari ini Besok Menyebar Global

https://www.weedemandreap.com/wp-content/uploads/2014/08/Depositphotos_14091752_s.jpg

Banyak pelaku usaha perbenihan yang mengklaim memiliki sudut pandang progressif dalam mengembangkan industri benih. Namun faktanya hanyanya melanjutkan sudut pandang lama dalam.

Sudut pandang bercirikan ketakutan “beredarnya benih yang tidak bermutu” sehingga prosedur pengawasan peredaran benih harus diperkuat dan benih tidak mudah berpindah tanpa adanya berbagai dokumen berlapis.  Sehingga jangan heran dengan paradigm lama ini maka seorang petani yang ingin membeli benih kelapa sawit dari produsen benih yang dekat dengan kebunnya harus menyiapkan berbagai dokumen.

Hanya saja nuansa kecemasan akan beredarnya benih tidak bermutu, tidak seiring pada aksi penindakan. Ada banyak penangkar yang melakukan produksi benih tidak bersertifikat selama bertahun-tahun tanpa aksi dari pemerintah.  Silahkan cek di media online, begitu banyak orang yang menjual benih illegitim dengan mencantumkan alamat dan nomor kontak secara jelas namun tidak pernah mendapatkan sanksi.

Sementara ketika Anda ingin memproduksi benih bermutu secara legal, bersiap-siaplah menerapkan aturan yang berlapis, pengawasan yang super ketat dan tidak jarang itu berdampak pada ongkos produksi Anda. Dengan kata lain selaku produsen benih resmi Anda harus berjuang keras untuk memproduksi benih bersertifikat berbeda dengan rekan Anda produsen benih asalan.

Lalu seperti apa paradigma yang ada dibenak produsen benih di luar negeri?

Mereka tengah merancang varietas-varietas yang hari ini diproduksi besok sudah menyebar ke negara lain. Jika perlu Anda bisa membelinya di supermarket. Adanya pasar online membuat benih menjadi sangat mobile dan tidak lagi mengenal batasan geografis. Anda bahkan bisa dengan mudah memesan benih bunga dari Eropa. Lalu apakah negara tersebut tidak “khawatir” tentang sistem mutu. Saya pastikan kekhawatiran mereka sama dengan kita. Namun mereka mengimplementasikan dengan  pengawasan hingga pada sistem produksi benih, SDM, SOP, bukan sekedar output benih diujung proses. Sertifikasi pada benih dikeluarkan jika perusahaan telah menerapkan sistem manajemen mutu, SOP tertentu,  memiliki SDM yang memadai. Dengan logika, ketika proses produksi dipastikan sesuai kaidah teknis maka benih yang dihasilkan dipastikan bermutu. Sehingga inspeksi dilakukan tidak semata-mata pada benih namun pada proses secara keseluruhan. Jika kemudian hari mutu benih tidak konsistem maka penindakan sangat tegas dan konsisten.

Lalu bagaimana dengan perlindungan plasma nutfah, apakah para pemulia di luar negeri tidak mengkhawatirkan benihnya akan diduplikasi. Berdasarkan ketentuan kita bahwa benih yang dapat diekspor adalah hibrida. Nah, disitu letak persoalannya. Di negara yang sistem pemuliaannya sudah maju sebagian besar benih yang dihasilkan adalah hasil dari persilangan.Sementara itu perlindungan kekayaan intelektual juga super ketat.  Tidak heran ketika petani mencoba menanam dari biji hasil produksi hasil yang sama berbeda dari hasil dari benih yang dibeli langsung. Hibridaisasi tidak hanya berlangsung pada tanaman jagung atau sayuran namun juga pada tanaman hias. Dahulu saya ingat, ada bibit aglonema hasil persilangan asal Thailand yang banyak dijual di Indonesia dengan harga cukup mahal. Hanya saja kendala di Indonesia kebanyakan varietas perkebunan itu bukanlah hasil hibridaisasi melainkan hasil eksplorasi yang maka jika dijual maka buyer di luar negeri sekaligus mendapatkan plasma nutfah.

Jadi dalam membangun  industry perbenihan ke depan kita harus memiliki mindset yang sesuai dengan zaman now. Dengan membangun sistem pengawasan mutu dalam sistem produksi, sehingga tidak terlalu melibatkan petugas namun pengawasan berlangsung dengan sistem. Regulasi kita memungkinkan hal itu melalui penerapan sistem sertifikasi mandiri atau SNI benih. Hanya  kemungkinan lebih banyak orang yang tidak setuju dengan sistem ini. Di sisi lain, produk yang tersedia saat ini umumnya adalah non hybrid sehingga mustahil dipasarkan di luar negeri.

Namun jika kita tetap memelihara status quo seperti yang terjadi saat ini bukan mustahil kelak, pasar kita dikuasai asing. Ketika kita masih memperdebatkan batas umur sertifikasi karet, ukuran polybag, memikirkan produsen pengawasan berlapis-lapis, produsen luar negeri tengah memikirkan cara memenangkan pasar di Indonesia dengan melihat berbagai celah dari regulasi kita. Saya percaya dengan ketidak konsistensi kita, dan ketidakmampuan kita membaca zaman, hal tersebut dapat terjadi dalam waktu yang tidak cukup lama.

Penulis: Ir. Alfred Sipayung

Pengamat Perbenihan

Benih Unggul

Varietas Unggul Tebu

Varietas bina adalah varietas yang secara resmi telah disahkan oleh pemerintah, dalam hal ini Menteri [ ... ]

Read more...
Varietas Sawit Unggul PT SAIN

Bagi Indonesia minyak kepala sawit merupakan komoditas penting. Komoditi ini mampu menghasilkan [ ... ]

Read more...
Sawit Unggul DxP PPKS 718

DxP PPKS 718 adalah salah satu varietas unggul milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Salah [ ... ]

Read more...

206826
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
200
356
2789
199926
6481
16366
206826

Your IP: 35.175.180.108
2019-11-15 12:12